top of page

Cagar Biosfer Mata Pandawa: Dari Komitmen Menuju Aksi Kolaboratif

  • yayasansanggabumi
  • 8 jam yang lalu
  • 1 menit membaca

Pada tanggal 29 Januari 2026, Sangga Bumi Lestari berkesempatan menyaksikan sebuah tonggak penting dalam konservasi kolaboratif berbasis lanskap di Kalimantan Barat, yaitu penandatangan rekomendasi resmi oleh Gubernur Kalimantan Barat dan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, untuk mengusulkan Mata Pandawa sebagai Cagar Biosfer UNESCO.



Mata Pandawa merupakan akronim dari Karimata, Palung, dan Mendawak. Tiga lanskap yang saling terhubung ini mencakup wilayah Kabupaten Ketapang, Sanggau, Kayong Utara, dan Kubu Raya. Usulan Cagar Biosfer ini bertujuan untuk secara formal menyatukan ketiga lanskap tersebut dalam satu forum pengelolaan multipihak, guna mendorong pengelolaan yang terstandarisasi terhadap lahan gambut, hutan tropis, ekosistem mangrove, serta habitat orangutan di kawasan Mata Pandawa.


Sangga Bumi Lestari telah bekerja di lanskap Mendawak selama beberapa tahun dan bangga dapat mendukung usulan Cagar Biosfer Mata Pandawa sebagai salah satu mitra teknis pemerintah..Ā 



Penandatanganan ini menegaskan kembali komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat tata kelola lanskap kolaboratif lintas sektor, sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Barat sebagai contoh praktik baik dalam pengelolaan hutan multipihak.

Sangga Bumi Lestari adalah organisasi nirlaba Indonesia yang berdedikasi untuk meningkatkan konektivitas ekologis, melestarikan keanekaragaman hayati, dan mendukung pembangunan berkelanjutan yang dipimpin oleh masyarakat di beberapa lanskap hutan Indonesia yang berisiko.

bottom of page