
AREA KERJA KAMI

Sangga Bumi Lestari bekerja di dua lanskap di Kalimantan Barat


Koridor keanekaragaman hayati seluas 100.000 hektare yang melintasi konsesi kelapa sawit, pulp dan kertas, serta pertambangan, serta hutan desa yang terlindungi dan tidak terlindungi. Dikelola oleh Kelompok Kerja Koridor, inisiatif ini menunjukkan model yang berhasil dalam pengelolaan lanskap multipihak.

Model yang menunjukkan bagaimana berbagai aktivitas penggunaan lahan dapat dikelola dalam satu sistem yang saling mendukung. Didukung oleh sektor swasta, serta menunjukkan bagaimana pendanaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dapat memberikan manfaat bagi masyarakat pedesaan di wilayah yang didominasi konsesi.

Perolehan pengakuan Hutan Adat seluas hampir 120.000 hektare di 11 desa, pendampingan dua Kemitraan Kehutanan untuk memperkuat akses masyarakat ke area dalam konsesi, serta mendukung implementasi kebijakan terbaru Indonesia terkait Kawasan Perlindungan.

Koridor keanekaragaman hayati seluas 100.000 hektare yang melintasi konsesi kelapa sawit, pulp dan kertas, serta pertambangan, serta hutan desa yang terlindungi dan tidak terlindungi. Dikelola oleh Kelompok Kerja Koridor, inisiatif ini menunjukkan model yang berhasil dalam pengelolaan lanskap multipihak.
Jelajahi pekerjaan kami lebih rinci melalui platform lanskap kami
Lanskap multi-guna yang menjaga biodiversitas dan mendukung penghidupan serta produksi berkelanjutan.
DAMPAK KAMI
Kami mengembangkan model praktis dan terukur untuk menyeimbangkan konservasi dan pembangunan

TEORI PERUBAHAN
Masalah
Konservasi sebagian besar terfokus pada kawasan lindung, padahal tekanan terbesar terhadap keanekaragaman hayati terjadi di lanskap multi-guna di luar kawasan tersebut.
Mengapa
Lanskap ini dipengaruhi kepentingan yang saling bersaing. Perusahaan, masyarakat, dan pemerintah memiliki tujuan yang berbeda. Hanya sedikit organisasi yang memiliki kredibilitas, kehadiran lokal, atau kemampuan untuk menyatukan mereka.
Pendekatan
Di Kalimantan Barat, kami menyelaraskan kepentingan para pemangku kepentingan, memperkuat perencanaan dan tata kelola penggunaan lahan, serta menerapkan model praktis yang mengintegrasikan konservasi ke dalam lanskap multi-guna.
Dampak
Biodiversitas, penghidupan masyarakat lokal, dan produksi berkelanjutan tetap terjaga dalam lanskap multi-guna di luar kawasan lindung, serta menyediakan model untuk replikasi yang lebih luas.
Hasil
-
Koordinasi yang lebih kuat, perencanaan penggunaan lahan, dan kepastian regulasi
-
Biodiversitas tetap terjaga dalam lanskap multi-guna
-
Ekonomi lokal yang lebih beragam dan tangguh
Asumsi
Ketika para pemangku kepentingan memiliki kapasitas, insentif, dan mekanisme untuk menyelaraskan kepentingan yang saling bersaing, lanskap multi-guna dapat menjaga biodiversitas sekaligus mempertahankan penggunaan lahan yang produktif.
Terkini
BERITA















