top of page


Cagar Biosfer Mata Pandawa: Dari Komitmen Menuju Aksi Kolaboratif
Pada tanggal 29 Januari 2026, Sangga Bumi Lestari berkesempatan menyaksikan sebuah tonggak penting dalam konservasi kolaboratif berbasis lanskap di Kalimantan Barat, yaitu penandatangan rekomendasi resmi oleh Gubernur Kalimantan Barat dan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, untuk mengusulkan Mata Pandawa sebagai Cagar Biosfer UNESCO. Mata Pandawa merupakan akronim dari Karimata, Palung, dan Mendawak. Tiga lans


Memahami Dampak Jalan Terhadap Satwa Liar
Infrastruktur jalan memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi regional. Jalan menghubungkan komunitas, memfasilitasi perdagangan, dan meningkatkan akses ke layanan penting. Di Bentarum, Kalimantan Barat, sebuah jalan yang membentang dari timur ke barat melintasi bentang alam, menghubungkan ibu kota Kapuas Hulu, Putussibau, dengan Sarawakâmembawa peluang sekaligus tantangan. Meskipun mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi, jalan ini juga melintasi habitat alami. Unt


Melindungi Hutan Mangrove melalui Cagar Biosfer Palung-Mendawak
Lanskap Mendawak di Kalimantan Barat Mendawak terletak di Kalimantan Barat-Indonesia, adalah lanskap yang signifikan secara ekologis namun sebagian besar tidak terlindungi. Lanskap ini dicirikan dengan habitat genting orangutan, area gambut yang dalam, hutan tropis, dan hamparan hutan mangrove terbesar di provinsi ini. Lanskap ini memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa dan menyediakan tempat perlindungan yang aman bagi banyak spesies yang terancam, termasuk empat prim
bottom of page